Aku dan Impian Masa Depanku di dalam Dunia yang Berbeda
Hai, aku seorang anak yang terlahir dari keluarga berkecukupan. Dari kata 'cukup' aku belajar bahwa apa yang aku inginkan harus aku dapatkan dengan usaha dan kerja keras. Ayahku selalu mengajarkan, usaha dan kerja keras yang kamu tanam hari ini, pasti akan kamu tuai keberhasilannya di kemudian hari. Jangan pernah menggantungkan dirimu kepada orang lain, jangan menjadi manusia lemah, jadilah manusia kuat agar kamu bisa menaklukan duniamu bahkan dunia tempat kamu berpijak sekarang ini. Cita-citamu ada di tanganmu, berpijaklah di atas kakimu sendiri dengan perjuanganmu. Terus berjuang untuk masa depanmu, mimpimu, impianmu, cita-citamu dan ingat Jangan Menyerah!
Berbicara tentang cita-cita, pemikiran masa kecilku menerjemahkan cita-cita sebagai sebuah profesi di masa depan yang akan ku tekuni. Nyatanya mungkin tidak sesimple itu, pemikiran kecil akan makna cita-cita yang sesungguhnya itu sekarang sudah berevolusi. Cita-cita bukan hanya ketika kamu ingin berprofesi sebagai apa, namun cita-cita adalah bagaimana kamu akan menggunakan masa hidup yang sudah diberikan Tuhan, kamu ingin menjadi manusia seperti apa dan hal besar apa yang akan kamu lakukan untuk dirimu serta orang-orang di sekitarmu. Cita-cita bagaikan tujuan hidup yang dapat membakar semangatmu untuk terus melangkah maju dengan langkah yang pasti dan mantap dalam kehidupan yang kamu jalani, sehingga ia akan menjadi sebuah akselerator dalam pengembangan dirimu.
Setiap Manusia memiliki keyakinan dan kemampuan untuk melaksanakan cita-cita yang sudah ia rancang sejak jauh hari. Cita-cita berkembang seiring kebutuhan dan realitas yang dihadapinya. Dia sadar bahwa dengan ketekunannya dalam tujuan itu dapat berbuah pada cita-cita yang diinginkannya. Tidak perduli seberapa besar atau kecil impiannya, semuanya ditentukan oleh faktor kuatnya keinginan.
Untuk mewujudkan semua impianku, berjuang dan kerja keraslah yang harus aku jalani. Tak lupa "The Power of Do'a" juga turut menyertainya. Sekarang yang bisa aku lakukan adalah belajar dengan maksimal, memberikan yang terbaik dengan harapan hal itu bisa menjadi modal awal ku untuk dapat membantu banyak orang di luar sana. Mungkin impianku terdengar aneh, aku berharap, aku bisa menjadi perantara mereka menuju kehidupan yang lebih layak, tapi itulah mimpiku.
New normal bukanlah batasan terhadap produktivitas, kreativitas, dan daya cipta seseorang. Beberapa bulan belakangan ini memang banyak hal yang harus ditunda, tetapi new normal yang akan kita jalani ini mempersilakan kembali kita untuk mewujudkan cita-cita dan menyelesaikan segala sesuatu yang telah direncanakan. Justru dengan adanya fleksibilitas di tengah kondisi ini, kamu bisa lebih produktif dan bisa kembali menekuni hobi yang sudah lama kamu tinggalkan. Beberapa orang mungkin masih menganggap new normal adalah sebuah halangan besar, namun akan lebih baik jika kamu menjadikan keterbatasan ini sebagai tantangan yang menciptakan kesempatan. Kamu harus bisa lebih kreatif menghadirkan solusi dari batasan yang ada. Jika berhasil, akan banyak hal baru yang bisa kamu lakukan.
Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi, memiliki mimpi adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Mimpi itu tidak terbatas, kita boleh bermimpi menjadi apa saja. Bagi orang lain, impian kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya berarti tidak ada yang salah dengan impian kita tersebut.
Mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang salah. Mimpi itu memang harus dikejar, mimpi itu memang harus diraih, sehingga kita harus berani untuk mulai bermimpi dan mulai untuk mengejarnya.
Jangan takut bermimpi untuk merangkai masa depanmu. Untuk mencapai masa depan yang sesuai mimpi, diperlukan perjuangan yang keras. Jangan mudah menyerah terhadap berbagai tantangan yang hadir dalam perjuanganmu. Kesuksesan selalu diawali dengan perjuangan dan semangat tanpa lelah. Mengeluh bukanlah solusi untuk menghadapi rintangan menuju masa depan.
-Ganbatte-
Komentar
Posting Komentar